Fungsi compressor secara umum adalah untuk merapatkan dynamic range. namun semakin moderen design compressor, semakin banyak juga parameter yang ditambahkan. Mixing Engineer atau Music Produser menggunakan keuntungan ini untuk TONE SHAPING dan topik ini yang akan aku bahas:
Compressor sebagai fungsi envelope (tone shaping)
Memahami envelope sewaktu mendesain sound (sound design) sangat membantu memahami bagaimana compressor itu bekerja, selalu bertanya-tanya apa yg membuat setiap produser atau mixing engineer bisa mengkarakteristikan sound PUNCHY, SNAPPY, TUBBY, ROOMY, AGRESSIVE, SOFT secara konsisten. biasanya sesuatu yg muncul secara konsisten itu sesuatu yang mereka tidak hanya hafal karakteristik setiap sound, tapi juga teknik-teknik untuk membentuk sound.
terminologi juga gak kalah pentingnya dalam setiap memahami apapun, jadi aku hanya memakai terminologi audio yg dipakai secara global. gak ada yg salah dengan terminologi yg dipakai secara lokal unless you stick with it.
aku hanya ingin menulis apa yg sudah aku dengar, baca dan terapkan, jadi ini bukan original idea. nanti diakhir series ini juga ada link yang aku pakai buat refrensi.
so lets start....
Envelope
seperti yang kita tahu bahwa ada 3 bagian yang membentuk Envelope Kick itu terdengar seperti Kick
1. Attack (transient) : karakteristik transient dari kick itu clicky atau snappy, selalu terdengar di frequency high , >2kHz, tapi tergantung genre juga.
2. Decay (Body) : berada di frequency 80 - 2k karakteristik body dari kick itu hard, punchy, yang membuat speaker kecil seperti laptop terdengar dag dig dugggg, mengganggu kalau kebanyakan ðŸ˜, frequency dalam body kick ini sangat lebar dan..... dinamika di frequency ini yang membuat modern sounding kick
3. Sustain (Sub frequency): karakteristik sound ini tidak akan terdengar di laptop atau handphone speaker, bermain di low frequency below 100Hz frequency ini juga yang membuat modern sounding, tubby. kalau bagian sub ini terlalu panjang akan membuat musik menjadi less groovie, tidak ada tempat instrumen seperti bass untuk mengambil bagiannya.
mendengarkan kick dari setiap musik selalu ada yang lebih dominan dari 3 bagian ini. bisa mengkantegorikan anatomi dari kick, mungkin bisa menyelesaikan 80% persen masalah dari topik ini. karena jujur yaaa, kalo tidak bisa mendengarkan berarti juga tidak bisa menerapkan hampir semua topik compressor. mendelovep telinga kita itu butuh waktu lebih lama dari pada memahami teknik compressor.
"train your ears to notice the effects of compression" Dan.
istilah envelope lebih sering terdengar ketika produser mensintesis sound, tapi secara fundamental compressor ataupun synstesizer juga sama sama membentuk waveform, perbedaannya compressor hanya membentuk waveform di instrument/material yg sudah ada, sedangkan synthesizer hanya bisa membuat instrument dari awal sehingga bisa mengontrol ADSRnya.
semua digital compressor atau compressor digital dengan analog modeling bisa membentuk envelope kecuali compressor yang tidak ada attack release seperti LA2A, bukan tidak bisa tapi lebih susah. karena biasanya yg tidak ada attack release berarti mereka mendesign sebuah compressor dengan fixed attackt atau release dependant, baca manual book.
dengan mengkontrol envelope dari kick kita bisa lebih memilih sound akan terdengar seperti apa. snappy, puncy, atau tubby.
"mixing adalah menyelesaikan masalah seni dengan teknologi" Andrew Scheps.
"jangan lupa tidur dengan mata terpejam" Viki.
kapan aku butuh compressor untuk membentuk envelope dari kick? saat aku mendengar kick yang tidak terdengar seperti yang biasanya aku dengar 😌
tandanya adalah sustain dari kick terlalu panjang, transient tidak terdengar jelas. mungkin bisa aku simpulkan kick tidak terdengar sebagai kick yang utuh. hampir semua bagiannya terdengar memisah.
bagaimana caranya kita bisa menerapkan compressor sebagai fungsi envelope? akan dilanjutkan nanti.

Komentar
Posting Komentar